Beritantb - Puskesmas Cakranegara, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat memberikan pelayanan prima kepada Reza Fahlevi (26), salah seorang petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang jatuh sakit satu hari setelah pelaksanaan Pemilu 2024.
Reza Fahlevi yang bertugas di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 7 Kelurahan Sandubaya, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram, dibawa oleh petugas kesehatan ke Puskesmas Cakranegara menggunakan mobil ambulans.
Ia mengaku mengalami demam, pusing, nyeri ulu hati dan keluar keringat dingin. Kondisi tersebut sangat dirasakan saat sedang bertugas melakukan rekapitulasi surat suara atau pada satu hari setelah (H+1) Pemilu 2024.
Baca Juga: Kondisi Keuangan BPJS Kesehatan Masih Sehat, Pemanfaatan Layanan Naik Drastis
"Petugas puskesmas yang keliling ke TPS mengantar saya ke puskesmas, diantar pakai mobil ambulans," kata Reza yang ditemui di ruang rawat inap Puskesmas Cakranegara, Minggu (18/2/2024).
Ia mengatakan selama dirawat di Puskesmas Cakranegara, tidak mengeluarkan uang satu rupiah pun. Begitu juga dengan biaya mobil ambulans yang membawanya dari rumah ke puskesmas.
Reza mengaku sangat mengapresiasi pelayanan respon cepat Puskesmas Cakranegara terhadap petugas KPPS yang mengalami sakit saat sedang menjalankan tugas.
Baca Juga: BPJS Kesehatan Cabang Mataram Bekali Dokter Muda Terkait Program JKN
"Meskipun saya terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan, tidak ada perbedaan pelayanan antara pasien umum yang diberikan oleh puskesmas," ucap Reza yang didampingi Herawati selaku ibu kandungnya.
Adapun pelayanan kesehatan yang diperoleh Reza Fahlevi selama empat hari dirawat di Puskesmas Cakranegara, yakni ruang rawat inap yang refresentatif, cek laboratorium darah lengkap, cek laboratorium urine lengkap dan cek gula darah.
Puskesmas juga memberikan obat-obatan sesuai petunjuk dokter dan makan tiga kali sehari dengan menu bergizi. Semuanya tidak ada biaya apa pun karena pasien menjadi peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Baca Juga: BPJS Kesehatan Sinergi Dengan Kemensos Kelola Data Peserta PBI JKN
"Saya cek laboratorium sudah tiga kali dari sejak pertama kali masuk dirawat inap di puskesmas. Kalau tidak ditanggung BPJS Kesehatan, sudah berapa besar biaya yang akan saya keluarkan. Belum biaya rawat inap per malam. Sangat besar sekali manfaat program BPJS Kesehatan," ujar Reza, diamini oleh ibunya.
Artikel Terkait
Gunung Rinjani Masuk Tiga Besar Taman Nasional Penyumbang PNBP Terbanyak
Tingkatkan Loyalitas Pelanggan, Pupuk Kaltim Gelar Customer Gathering 2024
Mitigasi Kecelakaan Kerja, Astra Motor NTB Ajak Karyawan Peduli di Bulan K3
Dirut PLN Pimpin Langsung Pengamanan Pasokan Listrik dari Posko Nasional Siaga Pemilu PLN
Warga Negara Asing Juga Berhak Terlindungi Jaminan Kesehatan