Sabtu, 18 April 2026

Ratusan GM Hotel Berkumpul di Senggigi Lombok Bahas Kondisi Industri Pariwisata

Photo Author
Rohaida, SE, Berita NTB
- Kamis, 16 April 2026 | 19:04 WIB

Ratusan GM Hotel Berkumpul di Senggigi Lombok Bahas Kondisi Industri Pariwisata. (beritantb.co.id/IHGMA)
Ratusan GM Hotel Berkumpul di Senggigi Lombok Bahas Kondisi Industri Pariwisata. (beritantb.co.id/IHGMA)

beritantb.co.id - Sebanyak 156 general manager (GM) hotel yang tergabung dalam Indonesian Hotel General Manager Association berkumpul di kawasan wisata Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), untuk membahas kondisi terkini industri pariwisata dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026.

Ketua Umum IHGMA, I Gede Arya Pering Arimbawa, mengatakan Rakernas yang berlangsung pada 16–18 April 2026 di Merumatta Senggigi Lombok tersebut menjadi forum strategis untuk merumuskan langkah menghadapi tekanan industri akibat kebijakan efisiensi pemerintah dan dinamika ekonomi global.

Ia menjelaskan industri perhotelan merupakan sektor yang sensitif terhadap berbagai isu, mulai dari faktor keamanan hingga kebijakan ekonomi.

Baca Juga: Menjemput Nyawa Kedua Pariwisata Senggigi Lombok

“Industri hotel sangat sensitif. Isu eksternal seperti keamanan maupun efisiensi anggaran pemerintah berdampak langsung terhadap tingkat hunian hotel,” ujarnya dalam konferensi pers.

Menurut dia, dampak yang dirasakan pelaku industri tidak merata. Sejumlah hotel mengalami penurunan kinerja signifikan, sementara sebagian lainnya masih mampu bertahan.

Kondisi tersebut mendorong IHGMA untuk merumuskan strategi kolektif yang tidak hanya bersifat internal, tetapi juga melibatkan kolaborasi dengan pemerintah.

Baca Juga: Ekowisata Bale Mangrove Jerowaru Lombok, Hasilkan PADes dan Manfaat Bagi Warga

Gede Arya juga menegaskan Rakernas IHGMA 2026 bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan langkah konkret dalam memperkuat posisi sebagai mitra strategis pemerintah, khususnya dalam mendorong pemulihan ekonomi nasional melalui sektor pariwisata.

“Kami ingin menghasilkan rekomendasi strategis yang bisa dikomunikasikan dengan pemerintah untuk mendukung pemulihan industri pariwisata,” katanya.

Lebih lanjut, Gede Arya menilai pemilihan Senggigi sebagai lokasi Rakernas diharapkan memberikan dampak ekonomi langsung bagi daerah, mulai dari peningkatan okupansi hotel hingga promosi destinasi wisata NTB ke pasar internasional melalui jaringan anggota IHGMA.

Baca Juga: Mahasiswa Unram Bantu Kembangkan Wisata Air Terjun Babak Pelangi

Pengurus IHGMA, Nawawi Halik, menambahkan kegiatan Rakernas merupakan amanat organisasi yang dilaksanakan secara bergilir di berbagai daerah sebagai bentuk kontribusi terhadap pengembangan pariwisata lokal.

Ia juga menegaskan sektor perhotelan memiliki kontribusi signifikan terhadap penerimaan pajak, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Rohaida, SE

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pariwisata NTB di Ujung Uji

Sabtu, 18 April 2026 | 10:37 WIB

Menjemput Nyawa Kedua Pariwisata Senggigi Lombok

Kamis, 8 Januari 2026 | 07:50 WIB
X