Sabtu, 18 April 2026

Viral Nongkrong di Jembatan Kewek Jogja, Satpol PP Bertindak

Photo Author
Rohaida, SE, Berita NTB
- Rabu, 15 April 2026 | 18:27 WIB

Viral Nongkrong di Jembatan Kewek Jogja, Satpol PP Bertindak. (beritantb.co.id/Instagram-humasjogja)
Viral Nongkrong di Jembatan Kewek Jogja, Satpol PP Bertindak. (beritantb.co.id/Instagram-humasjogja)

beritantb.co.id - Fenomena tak biasa terjadi di kawasan Jembatan Kewek, Kota Yogyakarta, ketika jembatan yang seharusnya steril dari aktivitas publik justru berubah menjadi lokasi nongkrong dan “ngopi” dadakan. Aktivitas ini viral di media sosial dan memicu respons cepat dari aparat penegak ketertiban.

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Yogyakarta menertibkan aktivitas street coffee di lokasi tersebut pada Selasa malam, 14 April 2026. Penertiban dilakukan setelah beredarnya video dari akun resmi @humasjogja yang memperlihatkan keramaian anak muda berkumpul di badan jalan jembatan yang telah ditutup untuk lalu lintas.

Dalam video yang telah ditonton lebih dari 930 ribu kali itu, petugas terlihat menyusun kursi plastik dan mengangkut perlengkapan yang digunakan untuk aktivitas nongkrong. Sebelum pembubaran, sejumlah muda-mudi tampak duduk santai sambil menikmati minuman bersama teman-temannya di tengah area jalan.

Baca Juga: Kasus Nenek Warism Viral di Medsos, Propam Turun Tangan

Street Coffee Berulang Kali Muncul

Satpol PP menegaskan bahwa fenomena street coffee di kawasan tersebut bukan kali pertama terjadi. Meski sebelumnya telah dilakukan penertiban, aktivitas serupa kembali muncul dan memicu laporan dari masyarakat.

“Menindaklanjuti laporan terkait kembali beroperasinya street coffee di kawasan Jembatan Kewek yang telah ditutup, Satpol PP melakukan penertiban lapak,” tulis keterangan dalam unggahan resmi tersebut.

Baca Juga: Viral! Sidang Dugaan Pelecehan 16 Mahasiswa FH UI Berujung Chaos

Pihak Satpol PP juga mengingatkan bahwa ruang publik yang tidak digunakan sementara bukan berarti bebas dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi maupun yang berpotensi menimbulkan keramaian.

“Kawasan yang tidak digunakan bukan berarti dapat digunakan untuk aktivitas jual beli maupun yang memicu keramaian. Mari berjualan di tempat yang aman dan sesuai ketentuan, karena keamanan bersama adalah prioritas utama,” lanjut pernyataan tersebut.

Keluhan Warga Soal Ketertiban dan Kebersihan

Baca Juga: Viral di Tasikmalaya, Ban Bus Meluncur Hantam Apotek Kimia Farma

Viralnya fenomena ini turut memancing beragam respons dari warganet. Sejumlah warga mengeluhkan maraknya street coffee yang dinilai mengganggu ketertiban umum, terutama karena menggunakan trotoar dan badan jalan.

Beberapa komentar menyoroti dampak langsung terhadap lingkungan sekitar, mulai dari kebisingan hingga persoalan sampah yang ditinggalkan setelah aktivitas berlangsung.

“Yang bilang nggak apa-apa, sudah tanya warga sekitar belum? Malam-malam bising dan pagi-pagi kotor banyak sampah,” tulis salah satu akun warganet.

Keluhan lain juga menyinggung penggunaan trotoar yang seharusnya menjadi hak pejalan kaki, namun justru beralih fungsi menjadi tempat berjualan dan berkumpul.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Rohaida, SE

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Viral, WNA Ancam Patahkan Kaki Warga di Bali

Jumat, 17 April 2026 | 13:42 WIB
X