“Di banyak daerah, pajak hotel menjadi salah satu penyumbang terbesar, bahkan berada di posisi dua atau tiga. Kalau nasional nomor tiga atau empat setelah migas. Kami juga berkontribusi mendatangkan tamu,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua IHGMA NTB, Lalu Kusnawan, mengatakan penunjukan NTB sebagai tuan rumah merupakan bentuk komitmen pelaku industri untuk mendukung pengembangan pariwisata daerah secara berkelanjutan.
Menurut dia, Rakernas di Senggigi diharapkan menjadi pemicu kebangkitan sektor pariwisata NTB yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
“Ini bukan hanya untuk industri hotel, tetapi juga menjadi momentum bagi semua pihak dalam mendorong pariwisata NTB,” katanya.
General Manager Merumatta Senggigi Lombok, Fahrurrazi, menyampaikan kegiatan tersebut tidak hanya fokus pada pembahasan program kerja, tetapi juga menjadi ajang promosi destinasi wisata daerah.
Ia menyebutkan peserta Rakernas dijadwalkan mengunjungi sejumlah destinasi unggulan NTB, termasuk Sirkuit Mandalika, sebagai bagian dari upaya memperkenalkan potensi pariwisata daerah.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa Senggigi sebagai salah satu destinasi wisata tertua di NTB masih memiliki daya tarik dan siap bersaing di tingkat global,” ujarnya.
Artikel Terkait
Waspada! 5 Kesalahan Ortu Ini Bisa Bikin Anak Gagal S1 ke Luar Negeri
Kasus Nenek Warism Viral di Medsos, Propam Turun Tangan
Pertamina Patra Niaga Pastikan Distribusi BBM di Lombok Utara Tetap Aman di Tengah Proses Eksekusi Lahan SPBU
Viral Nongkrong di Jembatan Kewek Jogja, Satpol PP Bertindak
PLN Perkuat Listrik Andal untuk Dorong Pariwisata dan Ekonomi NTB