Beritantb.co.id - PT PLN (Persero) melalui anak perusahaannya, PLN Indonesia Power, telah meresmikan pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Tambak Lorok Blok 3 di Semarang, Jawa Tengah.
PLTGU tersebut memiliki kapasitas 779 Megawatt (MW) dan merupakan pembangkit listrik bertipe combined cycle single shaft terbesar di Indonesia.
PLTGU Tambak Lorok Blok 3 hadir dengan teknologi terbaru dan tercanggih, sehingga mampu beroperasi secara efisien dan ramah lingkungan. Peresmian ini menandai langkah penting dalam upaya transisi energi di Indonesia, menuju sistem ketenagalistrikan yang lebih berkelanjutan.
Baca Juga: PLN UIP Nusra Terapkan Prinsip Adat dalam Penyaluran Bantuan Sanitasi di Manggarai
Dukungan Pemerintah dalam Transisi Energi
Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jisman Hutajulu, mengapresiasi kesuksesan PLN Group dalam menghadirkan PLTGU Tambak Lorok Blok 3.
Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendukung langkah PLN dalam upaya transisi energi di tanah air.
"Kita memberikan terima kasih kepada PLN dan PLN Indonesia Power yang menjadi pelopor dalam mengembangkan teknologi pembangkitan yang lebih maju dan ramah lingkungan serta semakin mendukung transisi energi nasional," kata Jisman dalam sambutannya.
Pemerintah menekankan pentingnya PLN untuk terus menghadirkan listrik yang andal, berkelanjutan, dan terjangkau demi mengutamakan kepentingan masyarakat dan negara.
Baca Juga: Selama Gelaran HUT RI di IKN, 18 SPKLU PLN Layani 340 Transaksi Pengisian Mobil Listrik
Efisiensi dan Ramah Lingkungan
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menjelaskan bahwa PLTGU Tambak Lorok Blok 3 menggunakan teknologi terbaru yang sangat canggih. Hal ini tidak hanya menjadikannya yang paling efisien, tetapi juga sangat ramah lingkungan.
"Dengan tingkat efisiensi yang mencapai 61 persen dibandingkan dengan PLTGU lainnya, pembangkit ini mampu menghindarkan emisi sebesar 671 ribu Ton CO2 dalam setahun sehingga lebih ramah lingkungan," katanya.
Respon Cepat untuk Mendukung Energi Terbarukan
PLTGU Tambak Lorok Blok 3 juga memiliki kemampuan response time yang sangat cepat, yakni mencapai 70 MW dalam 1 menit.
Keunggulan ini membuka peluang bagi pertumbuhan pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) lain yang bersifat intermiten untuk terus meningkat.
PLTGU ini dapat mengantisipasi dengan cepat pasokan listrik yang fluktuatif dari sumber EBT seperti tenaga surya dan angin.
Artikel Terkait
Dari Banyumas ke Puncak Dunia, Kisah Inspiratif Saptoyogo Purnomo
Timnas U-20 Takluk dari Thailand, Evaluasi Jadi Kunci
NTB Kirim 26 Siswa Terbaik di Kompetisi Sains Madrasah Nasional
Strategi Perencanaan Keuangan Jangka Panjang
Dari SMA hingga S1, Semua Bisa Daftar CPNS Kemendikbudristek 2024