Sabtu, 18 April 2026

Viral Jukir Surabaya Tolak QRIS, Parkir Rp2.000 Picu Debat

Photo Author
Rohaida, SE, Berita NTB
- Sabtu, 18 April 2026 | 12:16 WIB

Viral Jukir Surabaya Tolak QRIS, Parkir Rp2.000 Picu Debat. (beritantb.co.id/Instagram/maulanaa.md)
Viral Jukir Surabaya Tolak QRIS, Parkir Rp2.000 Picu Debat. (beritantb.co.id/Instagram/maulanaa.md)

beritantb.co.id - Sebuah video yang memperlihatkan adu mulut antara seorang pengendara dan juru parkir (jukir) di Jalan Genteng Besar, Surabaya, mendadak viral di media sosial dan memantik perhatian publik terkait penerapan parkir digital di kota tersebut.

Video yang diunggah akun Instagram @maulanaa.md pada Jumat, 17 April 2026 itu menunjukkan momen ketika pengunggah berhenti di area gerai UMKM dan dimintai uang parkir sebesar Rp2.000 oleh seorang pria yang diduga jukir setempat. Situasi memanas ketika pengendara tersebut menanyakan metode pembayaran non-tunai melalui QRIS sesuai aturan yang berlaku.

“Pemerintahnya tegas, warganya juga harus berani,” tulis pengunggah dalam keterangan video yang kemudian ramai diperbincangkan warganet.

Baca Juga: Viral, Kebakaran Rumah di Tanjung Duren Jakarta Tewaskan Satu Keluarga

Jukir Sebut Tarif Parkir Digabung dengan Penjual Sempol

Dalam video tersebut, jukir yang mengenakan baju batik terlihat menjelaskan bahwa pembayaran parkir bisa digabung dengan transaksi pembelian sempol. Ia bahkan menyebut bahwa uang parkir akan dibagi dengan penjual makanan tersebut.

“Ini QRIS Rp2.000 sama saja, QRIS sempol sama saja, saya bagi ke sempol,” ujar jukir tersebut saat ditanya mengenai ketersediaan QRIS resmi dari Dinas Perhubungan.

Baca Juga: Viral, WNA Ancam Patahkan Kaki Warga di Bali

Namun, pengunggah video menolak penjelasan tersebut dan menegaskan bahwa pembayaran parkir seharusnya dilakukan melalui sistem resmi. Ia bahkan menunjukkan papan informasi di lokasi yang bertuliskan kawasan parkir digital dengan metode pembayaran menggunakan uang elektronik atau QRIS.

Alasan Jukir: QRIS Sudah Diambil

Perdebatan berlanjut ketika jukir tersebut mengaku bahwa fasilitas QRIS miliknya sudah tidak ada. Pernyataan ini kembali dipertanyakan oleh pengendara yang menilai bahwa jukir resmi seharusnya dilengkapi atribut seperti rompi dan QRIS aktif.

Baca Juga: Viral Nongkrong di Jembatan Kewek Jogja, Satpol PP Bertindak

“Loh, QRIS itu diberikan pada petugas parkir, Pak. Petugas parkir pakai rompi, pakai QRIS,” kata pengunggah dalam video.

Ia juga menegaskan komitmennya sebagai warga untuk mematuhi aturan yang telah ditetapkan pemerintah kota. “Saya warga Surabaya, saya ikut aturan Surabaya, Pak. Tulisannya lho parkir digitalisasi,” tambahnya.

Pemkot Surabaya Tegaskan Komitmen Parkir Digital

Menanggapi isu yang berkembang, Pemerintah Kota Surabaya sebelumnya telah menegaskan bahwa penerapan parkir digital berbasis non-tunai merupakan langkah strategis untuk menciptakan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan parkir.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyatakan bahwa kebijakan tersebut lahir dari aspirasi masyarakat yang menginginkan sistem parkir yang lebih tertib dan bebas konflik.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Rohaida, SE

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X